Para peneliti telah menemukan cara untuk menyembunyikan sidik jari unik dari sinyal Bluetooth pada ponsel cerdas, yang sebelumnya dapat digunakan untuk melacak pengguna. Ini adalah langkah besar dalam meningkatkan privasi pengguna perangkat seluler.
Risiko Privasi dari Sinyal Bluetooth
Sinyal Bluetooth yang dipancarkan oleh perangkat seperti ponsel, jam tangan pintar, dan pelacak kebugaran dapat membahayakan privasi pengguna. Sinyal ini dikenal sebagai suar Bluetooth dan dipancarkan dengan kecepatan sekitar 500 kali per menit. Sinyal-sinyal ini digunakan untuk berbagai fungsi, seperti melacak perangkat yang hilang dan menghubungkan ponsel dengan perangkat lain, seperti earphone nirkabel.
Saat ini, perusahaan ponsel pintar mencoba membuat perangkat sulit dilacak dengan mengubah identitas dan alamat MAC ponsel secara acak. Namun, karena ketidaksempurnaan unik pada perangkat keras Bluetooth setiap perangkat, hal ini tidak sepenuhnya berhasil. Setiap perangkat memiliki ketidaksempurnaan kecil yang membuat sinyal Bluetooth-nya unik, dan inilah yang bisa digunakan untuk melacak perangkat.
Solusi dari Peneliti
Tim peneliti dari University of California San Diego telah mengembangkan pembaruan firmware yang dapat menyembunyikan sidik jari Bluetooth ini sepenuhnya. Mereka mempresentasikan solusi ini pada konferensi IEEE Security & Privacy 2024. Metode ini menggunakan beberapa lapisan pengacakan yang kompleks, mirip dengan menutupi warna mata asli seseorang dengan beberapa lapisan lensa kontak yang diganti secara acak.
Implementasi dan Hasil
Para peneliti menguji metode ini pada chipset Texas Instruments CC2640, yang digunakan di banyak perangkat pintar. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk melacak perangkat dengan metode baru ini, penyerang harus mengamati perangkat tersebut selama lebih dari 10 hari terus-menerus. Sebelumnya, penyerang bisa melacak perangkat dalam satu menit.
Ini berarti sidik jari Bluetooth tidak lagi berguna bagi penyerang, karena mereka tidak bisa menyimpulkan identitas perangkat secara akurat.
Langkah Selanjutnya
Para peneliti kini mencari mitra industri untuk menerapkan teknologi ini ke dalam chipset Bluetooth yang banyak digunakan. Mereka juga percaya bahwa metode ini bisa diterapkan untuk menyembunyikan sidik jari WiFi.
“Ini adalah langkah besar dalam meningkatkan privasi pengguna,” kata Aaron Schulman, salah satu penulis senior penelitian ini. “Dengan solusi ini, penyerang hampir tidak bisa melakukan lebih baik daripada menebak secara acak.”
Dengan pembaruan firmware ini, privasi pengguna perangkat seluler dapat ditingkatkan secara signifikan, mengurangi risiko pelacakan yang tidak diinginkan melalui sinyal Bluetooth.




