AMD sedang menyelidiki klaim pelanggaran data setelah seorang peretas mengumumkan penjualan informasi yang diduga berasal dari perusahaan tersebut. Peretas yang dikenal dengan nama IntelBroker mengumumkan di forum kejahatan siber bahwa ia memiliki data sensitif dari AMD yang siap dijual.
Informasi yang ditawarkan termasuk rincian produk AMD yang akan datang, data pelanggan dan karyawan, lembar data, kode sumber, file properti, firmware, dan dokumen keuangan. Data karyawan yang diduga tercuri mencakup nama, jabatan, nomor telepon, dan alamat email. IntelBroker juga mempublikasikan tangkapan layar yang mereka klaim sebagai bukti.
AMD telah mengkonfirmasi bahwa mereka menyadari klaim ini dan sedang bekerja sama dengan penegak hukum dan mitra hosting untuk menyelidiki lebih lanjut. Mereka menekankan bahwa jika data tersebut memang asli, kemungkinan besar berasal dari penyedia hosting pihak ketiga daripada langsung dari sistem AMD sendiri.
Kejadian ini mengingatkan bahwa serangan terhadap data perusahaan sering kali melibatkan platform pihak ketiga, dan kadang-kadang klaim yang dibuat oleh peretas bisa melebih-lebihkan situasinya.
Ini bukan pertama kalinya AMD mengalami kebocoran data. Pada tahun 2020, perusahaan juga mengonfirmasi insiden di mana seorang peretas mencuri file terkait produk grafis mereka, meskipun dampaknya pada saat itu dianggap tidak terlalu mengkhawatirkan.
AMD berharap dapat memberikan informasi lebih lanjut seiring berjalannya penyelidikan ini, termasuk sumber data yang sebenarnya dan sejauh mana data perusahaan terpengaruh.




