Konsep Drupal

Aplikasi cms drupal ini dibangun atas beberapa konsep sehingga drupal bisa digunakan dan menjadi sebuah aplikasi cms yang utuh. Konsep tersebut bisa dilihat sebagai berikut :

a. Node

Node merupakan satuan konten yang terdapat di dalam drupal. Sebuah node dapat berupa blog, topik forum, berita, halaman statis, gambar, video, audio, maupun flash. Kumpulan node inilah yang membentuk keseluruhan konten dalam sebuah website berbasis Drupal.

b. Taxonomy

Taxonomy merupakan sebuah modul yang digunakan untuk mengategorikan konten. Nama Taxonomy diambil dari ilmu klasifikasi. Dengan demikian, setiap satuan konten bisa disebutkan apakah berkategori politik, Ekonomi, Sains, atau Agama. Cara mengklasifikasikan konten sepenuhnya diserahkan kepada pengguna yang punya hak untuk mengatur taxonomy. Modul-modul lain juga menggunakan modul taxonomy untuk mengklasifikasikan konten tertentu, misalnya Forum dan Image Gallery.

c. Comment

Comment merupakan tanggapan terhadap sebuah node yang dituliskan oleh user (komentar).

d. Menu

Sistem menu dalam Drupal merupakan sistem penanganan request melalui URL. Jika Clean URL tidak diaktifkan maka setiap query string yang berbentuk ?q= akan ditangani oleh sistem menu.

e. Module

Website Drupal bisa ditambahkan dengan modul-modul tertentu sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing. Modul merupakan satuan program yang ditulis dalam PHP yang jika diaktifkan akan menambah fungsi tertentu, misalnya modul Organic Groups untuk memberi fungsi group/mailing list seperti layaknya Google Groups ataupun Yahoo Groups. Modul image untuk mengizinkan uer mengupload gambar sebagai node.

f. Theme

Theme merupakan penampakan luar dari sebuah website Drupal. Sistem Theme akan mengatur bagaimana website ditampilkan layout halaman, penempatan block, style, dan sebagainya.

g. Hook

User tidak pernah menyadari keberadaan konsep ini dalam Drupal. Kecuali mereka adalah Developer. Hook merupakan metode yang digunakan Drupal agar setiap modul dapat menambahkan fungsi tertentu dengan cara mengaitkan funsgi tertentu tersebut pada hook yang dimiliki oleh sistem Drupal. Sebagai contoh, setiap modul dapat menambah menu baru dengan mendefenisikan fungsi modul_menu yang akan menjamin Drupal tidak lupa memperhitungkan keberadaan menu tersebut ketika diperlukan.

h. Entity

Sama dengan konsep hook, konsep entity juga tidak bisa disadari keberadaannya dalam Drupal, kecuali mereka adalah Developer. Konsep ini mulai muncul di Drupal 7. Entitas digunakan untuk menyimpan dan menampilkan data yang dapat menjadi node, user, istilah, taksonomi, atau pengembangan secara kustom. Entitas memiliki daftar fungsi pembantu yang dapat memudahkan pengembangan dan mungkin untuk menambahkan field ke entitas melalui antar muka, seperti yang digunakan untuk membuat suatu node.